start Jalan Jalan Ah: Yogyakarta

Tips Jalan Jalan Kamu ada Disini

Bulan Promo GRATIS

Menjadi Agen Travel - WA.+6285240788670

Bulan Promo GRATIS

Menjadi Agen Travel - WA.+6285240788670

Bulan Promo GRATIS

Menjadi Agen Travel - WA.+6285240788670

Bulan Promo GRATIS

Menjadi Agen Travel - WA.+6285240788670

Bulan Promo GRATIS

Menjadi Agen Travel - WA.+6285240788670

Bulan Promo GRATIS

Menjadi Agen Travel - WA.+6285240788670

Tampilkan postingan dengan label Yogyakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yogyakarta. Tampilkan semua postingan

Berjalan-jalan di Kota Yogyakarta

Mengunjungi kota Yogyakarta, tidak lengkap rasanya tanpa mengelilingi semua tempat wisata yang cukup terkenal di kota yang kaya akan nilai history dan budaya ini. Yogyakarta sampai saat ini masih selalu menjadi kota jujukan bagi para wisatawan baik local maupun mancanegara yang akan selalu rindu untuk selalu kembali lagi ke tempat ini. Keramahan warga asli Yogyakarta dengan suguhan tempat yang masih tradisional membuat siapa saja merasa bahwa kota ini adalah rumah kedua yang harus dikunjungi kembali. Nah, Anda yang berkesempatan datang ke kota bersejarah ini harus meluangkan waktu untuk mengunjungi banyak daerah wisata.

Tugu Yogyakarta
Tugu Yogyakarta

  • Kaliurang
Di Yogyakarta Anda juga bisa menikmati wisata pegunungan yang sejuk dengan udara yang masih sangat bersih. Kaliurang adalah salah satu tempat wisata yang menyuguhkan pemandangan gunung Merapi yang juga adalah salah satu gunung berapi teraktif di dunia ini. Ada banyak yang bisa Anda lakukan disini diantaranya jajan jadah tempe yang adalah hidangan khas Kaliurang, makan sate kelinci, berkunjung ke museum gunung Merapi bagi Anda yang ingin melihat video ketika Merapi erupsi beberapa tahun lalu. Selain itu Anda juga bisa mengunjungi museum ulen sentalu yang menyuguhkan banyak sekali foto-foto jejak dan sejarah kota Yogyakarta di dalamnya dan wisata museum akan diakhiri dengan jamuan berupa minuman yang konon bisa membuat Anda tetap awet muda.

Kaliurang
Kaliurang
  • Taman sari
Di kota ini Anda juga bisa mengunjungi pusat pemandian raja dan ratu juga para selirnya di jaman dahulu yang bernama taman sari. Lokasinya berada tepat di pusat kota Yogyakarta sehingga Anda bisa hanya dengan menggunakan kendaraan tradisional becak dengan harga yang sangat terjangkau atau juga berjalan kaki sembari menikmati sajian khas kota budaya ini.

Taman Sari
Taman Sari
  • Keraton
Nah, tempat ini jangan sampai ketinggalan karena disinilah raja dan keluarga nya tinggal. Keraton cukup dekat dan bisa ditempuh hanya beberapa menit saja dari Malioboro sehingga Anda bisa sekaligus berbelanja cindera mata sekaligus wisata budaya di dalam keraton. Saat ini keraton sudah dibuka untuk umum hanya saja ada jam tertentu dimana Anda bisa masuk ke dalamnya.

Keraton Yogyakarta
Keraton Yogyakarta

Ketiga tempat wisata di atas jangan sampai Anda lewatkan begitu saja karena banyak sekali sejarah dari kota wisata ini yang bisa Anda dapatkan dari perjalanan Anda. Selain itu jangan lupa belanja oleh-oleh khas berupa bakpia, wingko babat, gethuk, gudeg, dll yang rasanya tidak ada duanya. Jika Anda baru pertama kali ke kota ini maka jangan khawatir karena ada banyak pemandu yang bisa membantu Anda mengarahkan menuju tujuan wisata yang Anda inginkan. Jangan sungkan bertanya dengan siapa saja yang Anda temui di Yogyakarta.
Share:

Eksotisme Istana Air Tamansari

Istana Air Tamansari adalah salah satu destinasi wisata yang terkenal di Jogjakarta. Bukan rahasia lagi bahwa Jogjakarta atau Yogyakarta adalah salah satu kota tujuan wisata yang sangat terkenal di Indonesia. Setiap tahun, tercatat ratusan ribu wisatawan berkunjung ke kota ini. Seperti yang telah banyak diketahui bahwa di kota ini ada banyak tujuan atau objek wisata yang bisa dikunjungi. Setiap objek menawarkan sensasi dan pengalaman yang berbeda, dan Tamansari adalah salah satunya.
Istana Air Tamansari
Istana Air Tamansari
Mengapa disebut sebagai istana air? Tamansari adalah sebuah spot special yang terletak di sebelah selatan kraton Yogyakarta. Tamansari sudah menjadi ikon wisata sejak dahulu, dan sejak beberapa tahun lalu, turis atau wisatawan akan menemukan sesuatu yang berbeda, Tamansari telah mengalami pemugaran yang membuatnya justru semakin indah. Bangunan tua yang dulu berdiri telah diperbaiki dan ditata kembali, dengan tujuan untuk memanjakan pengunjung yang ingin menjelajahi tempat ini. 

Begitu memasuki komplek istana air Tamansari, pengunjung akan langsung dimanjakan dengan eksotisme bangunan tua yang mengusung desain khas kesultanan Yogyakarta. Istana ini, menurut sejarahnya dipakai oleh raja – raja Mataram untuk membersihkan atau mensucikan diri di bulan – bulan yang dianggap sakral. Dibangun antara tahun 1758 – 1769 oleh Sultan Hamengkubuwono I, Tamansari merupakan sebuah komplek indah yang secara khusus memang dibuat untuk membersihkan diri. Meski bentuk yang ada saat ini berbeda dengan waktu pertama kali dbuat, namun pengunjung tetap saja akan merasakan aura mistis yang cukup kental yang berbalut dengan keindahan sebuah istana khas Jawa.
Jelajah Istana Air Tamansari
Jelajah Istana Air Tamansari
Di dalam komplek masih ada beberapa bangunan tua yang hingga saat ini masih dipertahankan keberadaanya, yaitu Sumur Gumuling, Gedhong Gapura Hageng, Umbul Pasiraman, Gedhing Gapura Panggung dan beberapa bangunan lainnya. Seperti halnya objek wisata lain yang berada di sekitar Keraton Kasultanan Yogyakarta, Tamansari juga tidak luput dari cerita mistis, mitos, legenda atau apapun namanya. Konon, melalui salah satu bangunan yang ada di dalam komplek Tamansari, yakni Sumur Gumuling, Sultan – Sultan Yogyakarta bertemu dengan istri gaibnya, yakni Kanjeng Nyai Ratu Kidul. Selain itu, banyak pula yang percaya bahwa jalan menuju ke istana Ratu Kidul masih ada hingga saat ini dan masih dapat dilalui meskipun pihak pengelola tempat tersebut sudah menutupnya untuk pengunjung.

Untuk menuju Tamansari tidaklah sulit, cukup berjalan kaki atau menggunakan becak atau kendaraan lain menuju ke sebelah selatan Keraton Yogya. Jarak yang ditempuh untuk sampai ke sana tidaklah terlalu jauh, hanya sekitar 15 menit perjalanan dari keraton. Seringkali, terutama di hari Minggu, pihak pengelola mengadakan acara – acara khusus yakni pertunjukan tari dan gamelan yang secara khusus memang ditujukan bagi para pengunjung.
Share:

Candi Tara, Bukti Kehebatan Nenek Moyang

Ketika membicarakan Candi sebagai tujuan wisata, banyak orang yang hanya teringat dengan dua candi besar saja, yakni Prambanan serta Borobudur. Padahal, di wilayah utara Yogyakarta hingga sebelah selatan provinsi Jawa Tengah, ada banyak Candi yang dapat ditemui, salah satunya adalah Candi Tara. Candi ini letaknya di sebelah barat Candi Prambanan dan berada di sebelah timur pusat kota Yogyakarta. Menurut para ahli sejarah, berdasarkan prasasti Panagari yang ditemukan, Candi Tara memiliki kaitan erat dengan Borobudur, terutama karena keduanya sama – sama merupakan Candi Budha. Sejarah juga mencatat bahwa candi Tara ini juga dibuat oleh Rakai Penangkaran atau orang yang sama yang membuat konsep Borobudur. Namun, karena letaknya yang berada di daerah Kalasan, maka banyak orang yang menyebutnya sebagai Candi Kalasan.
Candi Tara
Candi Tara
Selesai dibangun sekitar tahun 778 SM, candi ini diketahui merupakan yang tertua di Jogjakarta. Konon Candi Tara dibangun sebagai hadiah perkawinan Pancapana yang merupakan putra dinasti Sanjaya dengan Dyah Pramudya Wardhani yang merupakan putri dari dinasti Syailendra. Candi ini, selain sebagai hadiah perkawinan juga sekaligus dipakai sebagai biara untuk memuja Dewi Tara serta tempat tinggal para pendeta yang hidup di jaman itu.

Seperti halnya Candi – candi lain di sekitar Jogjakarta, Candi Tara juga memiliki relief – relief yang diukir pada permukaannya. Salah satu relief yang terukir di sana adalah relief pohon dewata serta awan lengkap dengan penghuni khayangan yang sedang memainkan berbagai bunyi – bunyian. Di dalam relief tersebut, terlihat para penghuni khayangan sedang memainkan rebab, camara serta kerang. Terdapat pula gambar kuncup bunga, sulur – suluran serta dedaunan. Menurut para ahli, relief yang ada pada candi Tara ini sangat khas dan istimewa karena dilapisi dengan menggunakan Brajalepha atau sejenis semen kuno yang dibuat dari getah pohon tertentu. 

Di sekeliling candi, pengunjung akan dapat melihat stupa – stupa yang bertinggi sekitar 4.6 m. Jumlah stupa yang ada di sekitar Candi Kalasan atau Candi Tara ada 52 buah. Sayangnya,. Stupa – stupa tersebut tidak lagi utuh karena telah rusak termakan usia. Meski demikian, pengunjung masih dapat menikmati keindahannya.

Keberadaan Candi Tara atau Candi Kalasan secara tegas membuktikan bagaimana kehebatan nenek moyang kita yang hidup di jaman dahulu. Rakai Penangkaran yang merupakan konseptor candi ini dan Candi Borobudur berhasil menunjukkan kepada kita, manusia sekarang, bahwa dirinya yang hidup di jaman dahulu memiliki kemampuan luar biasa untuk membuat bangunan megah yang mampu bertahan hingga berabad – abad. Bahkan, menurut beberapa sumber terpercaya, Rakai Panangkaran bukan hanya membangun candi di tanah Jawa saja, namun juga telah berhasil membangun candi di Thailand.
Share:

Kotagede, Bukti Kejayaan Mataram Islam

Salah satu tempat yang wajib untuk Anda datangi ketika berkunjung ke kota Yogyakarta adalah Kotagede. Menurut sejarahnya, wilayah Kotagede adalah cikal bakal berdirinya kerajaan Mataram Islam. Didirikan oleh Ki Gede Pemanahan, wilayah tersebut mulanya adalah sebuah hutan yang bernama Alas Mentaok. Hutan tersebut tersebut merupakan hadiah dari Sultan Hadiwijaya atas keberhasilan Ki Gede Pemanahan mengalahkan musuh – musuh kerajaan Pajang.

Kotagede Yogyakarta

Lambat laun, wilayah tersebut mulai ramai dan makmur dan puncaknya adalah ketika Kotagede dipimpin oleh Senopatu Ing Alaga, yang merupakan putra dari Ki Gede Pemanahan. Oleh Senopati Ing Alaga, kota tersebut kemudian dibangunkan benteng dalam atau Cepuri dan benteng luar atau baluwarti. Dilengkapi pula oleh parit yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap musuh. Pada masa kepemimpinannya, Senopati sempat diminta untuk membantu Pangeran Benawa, yakni putra Sultan Hadiwijaya yang kalah dalam perebutan tahta dengan Pageran Arya Pangiri. Dengan bantuannya, Arya Pangiri berhasil dikalahkan dan tata pajang ditawarkan kepadanya, namun ditolak. Namun, pangeran Benawa kemudian wafat dan mau tidak mau Senopati harus duduk sebagai pemegang tahta, yang kemudian bergelar Panembahan Senopati. Oleh beliau, pemerintahan Pajang yang berganti nama menjadi Mataram, kemudian dipindahkan ke Kotagede.

Selama pemerintahan Beliau, Mataram Islam tumbuh dengan pesat hingga wilayah kekuasaanya menjadi semakin luas hingga ke Madiun, Pati, Kediri, dan Pasuruan yang kini berada di wilayah Jawa Timur. Panembahan Senopati sendiri wafat tahun 1601 dan dimakamkan di Kotagede. Mataram Islam sendiri mencapai puncak kejayaan ketika Sultan Agung Hanyakrakusumo menjadi raja. Dan pada tahun 113, Sultan Agung memindahkan pusat pemerintahan ke Karta di daerah Plered yang sekaligus menandai berakhirnya Kotagede sebagai pusat pemerintahan.

Meski sudah tidak lagi dipakai sebagai pusat pemerintahan, namun Kotagede masih saja ramai dan makmur. Di sana, berbagai peninggalan masih dapat ditemukan hingga saat ini dan menjadi atraksi tersendiri bagi pengunjung, yakni makam raja – raja Mataram, rumah – rumah tradisional dengan arsitektur khas Jawa kuno, tata kota yang masih berpatokan pada tata kota jaman dahulu hingga reruntuhan benteng Mataram Islam.

Di samping itu, pengunjung juga akan dapat menemukan beragam tempat menarik lainnya di Kotagede seperti pasar Kotagede yang merupakan peninggalan Panembahan Senopati, kompleks makam raja – raja pendiri Kotagede, masjid Kotagede yang merupakan masjid tertua di Yogyakarta dan lain sebagainya. Selain peninggalan – peninggalan masa lalu, Kotagede juga saat ini dikenal sebagai sentra industri perak. Jika pengunjung ingin mengetahui dan menyaksikan langsung bagaimana berbagai perhiasan perak dibuat, maka dengan memasuki wilayah ini, mereka akan menemukan banyak bengkel kerajinan perak. Kerajinan perak yang dibuat oleh para pengrajin di Kotagede sudah sangat terkenal hingga ke manca Negara.
Share:

Pantai Pok Tunggal, Ikon Baru Gunungkidul

Selain bangunan – bangunan tua bersejarah, Yogyakarta juga terkenal dengan objek wisata pantai yang dimilikinya. Parangtritis di Kabupaten bantul, Indrayanti di kabupaten Gunungkidul dan Pantai Glagah di kabupaten Kulon Progo hanyalah beberapa pantai yang sudah sangat terkenal. Namun, meski telah banyak pantai yang dieksplorasi oleh Dinas Pariwisata maupun masyarakat, masih ada beberapa pantai di provinsi ini yang terbilang masih belum terjamah, salah satunya adalah Pok Tunggal.

Pantai Pok Tunggal

Pok Tunggal sendiri adalah salah satu pantai di wilayah tenggara Yogyakarta, atau tepatnya di kabupaten Gunung Kidul yang hingga saat ini terbilang masih belum terjamah. Namun, suasana yang begitu berbeda, bila dibandingkan dengan pantai – pantai lain, akan langsung terasa ketika sampai ke sana. Pengunjung akan langsung disuguhkan dengan hamparan pasir putih yang begitu luas dari ujung timur hingga barat. Pasir di pantai ini begitu bersih, belum banyak sampah, hal itu karena memang belum banyak wisatawan yang mengetahui dan berkunjung ke pantai ini.

Pengunjung juga akan melihat deburan ombak dengan airnya yang begitu biru. Suasananya yang masih relatif sepi, membuat setiap pengunjung merasa tenang dan nyaman serta betah berlama – lama di sana. Ikon pantai ini adalah sebatang pohon Duras yang tumbuh rindang di bibir pantai. Pohon ini sangat disakralkan oleh masyarakat setempat, hingga pengunjung dilarang untuk memanjatnya. Selain itu, pohon ini dikenal sangat sulit untuk tumbuh apalagi besar, sehingga wajar apabila keberadaanya di pinggir pantai ini menjadi sangat menarik. Keberadaan pohon Duras itulah yang kemudian menjadi alasan mengapa pantai ini disebut Pok Tunggal.

Pantai Pok Tunggal


Selain pasir, ombak dan pohon Duras, suguhan lain yang sangat istimewa adalah barisan tebing karang yang berkesan seperti benteng bagi pantai ini. Barisan karang tersebut tingginya sekitar 50 meter sehingga mungkin Anda yang memiliki hobi panjat tebing dapat mencobanya. Di tebing – tebing itu, masih terdapat beberapa hewan liar, salah satunya adalah monyet.

Pengunjung yang ingin bersantai tidak perlu khawatir karena mereka dapat menyewa payung pantai atau jika ingin lebih besar, ada persewaan tenda dome. Tentunya, akan menjadi satu pengalaman yang sangat mengasyikkan dan tak terlupakan ketika dapat menyaksikan matahari tenggelam di pantai ini.

Untuk menuju ke pantai Pok Tunggal cukup mudah. Letaknya berada di kabupaten Gunungkidul atau sebelah Tenggara pusat kota Yogyakarta. Untuk ke sana, Anda dapat menumpang kendaraan umum, tetapi apabila Anda ingin kenyamanan lebih, Anda dapat menggunakan mobil. Posisi pantai ini berada di antara Pantai Siung dan Pantai Indrayanti. Bagi pengemudi yang menuju ke sana, harus ekstra waspada karena untuk memasuki wilayah pantai ini jalannya cukup menantang, selain terjal juga sempit dan berbatu. Namun, ketika semua itu sudah terlewati, pemandangan indah pantai Pok Tunggal siap untuk Anda nikmati.
Share:

Borobudur yogyakarta

borobudur yogyakarta
borobudur yogyakarta
Borobudur yogyakarta

Share:

Gambar borobudur

gambar borobudur
gambar borobudur

Gambar borobudur
Share:

Borobudur indonesia

borobudur indonesia
borobudur indonesia

Borobudur indonesia
Share:

Candi borobudur 7 keajaiban dunia

candi borobudur 7 keajaiban dunia
candi borobudur 7 keajaiban dunia

Candi borobudur 7 keajaiban dunia
Share:

Candi borobudur wallpaper

candi borobudur wallpaper
candi borobudur wallpaper


Candi borobudur wallpaper
Share:

Relief candi borobudur

relief candi borobudur
relief candi borobudur
Relief candi borobudur
Share:

Peta candi borobudur

peta candi borobudur


Peta candi borobudur
Share:

Borobudur

borobudur


Borobudur
Share:

Seminar Digital GRATIS 100%

Paket TOUR Pilihan

Berlaku: 05 Feb 2019 s.d. 30 Mei 2019 JELAJAH 3 PULAU SERIBU (ONE DAY) *AV-D Mulai dai IDR 100.000

Berlaku: 21 Nov 2018 – 31 Mei 2019 BROMO ONE DAY TRIP *CT-D Mulai dari IDR 300.000

Berlaku: 04 Mei 2019 – 05 Mei 2019 PULAU TIDUNG 2D1N *AV.D Mulai dari IDR 350.000

Berlaku: 06 Apr 2019 – 30 Mei 2019 PULAU PARI 2D1N *AV.D Mulai dari IDR 360.000

Berlaku: 27 Mar 2019 – 31 Mei 2019 PULAU HARAPAN 2D1N (OPEN TRIP) *AVD Mulai dari IDR 370.000

Berlaku: 02 Jul 2018 – 30 Mei 2019 PULAU AYER ODT *AV.D Mulai dari IDR 399.000

Berlaku: 01 Agu 2018 – 30 Mei 2019 PULAU PARI 2D1N *AV.D Mulai dari IDR 809.000

Berlaku: 02 Jul 2018 – 30 Mei 2019 PULAU PARI 2D1N *AV.D Mulai dari IDR 809.000

Berlaku: 13 Jun 2019 – 20 Jun 2019 8D7N CONSORSIUM CHINA VIETNAM BY SJ APR-JUN *TX Mulai dari IDR 7.980.000

Berlaku: 29 Apr 2019 – 03 Mei 2019 5 HARI 3 MALAM KOREA NAMI ISLAND *TX Mulai dari IDR 8.900.000

Berlaku: 05 Feb 2019 s.d. 30 Mei 2019 5 HARI 3 MALAM HAINAN ISLAND HARI SABTU STARTING JAKARTA JUN *TX Mulai dari IDR 4.650.000

Berlaku: 05 Mei 2019 – 08 Mei 2019 4 HARI 3 MALAM BANGKOK PATTAYA *TX Mulai dari IDR 5.500.000

Berlaku: 14 Mei 2019 – 18 Mei 2019 5D THAILAND MALAYSIA SINGAPORE *TX Mulai dari IDR 5.800.000

Berlaku: 01 Nov 2019 – 04 Nov 2019 MOTOGP GRAND PRIX OF MALAYSIA SEPANG INTL CIRCUIT 4D3N *TX Mulai dari IDR 5.900.000

Berlaku: 13 Jun 2019 – 20 Jun 2019 8D7N CONSORSIUM CHINA VIETNAM BY SJ APR-JUN *TX Mulai dari IDR 7.980.000

Berlaku: 12 Mei 2019 – 16 Mei 2019 5 HARI 3 MALAM KOREA NAMI ISLAND Mulai dari IDR 9.000.000

Jadi Agen Sekarang Gratis!

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support