start Jalan Jalan Ah: Food

Tips Jalan Jalan Kamu ada Disini

Bulan Promo GRATIS

Menjadi Agen Travel - WA.+6285240788670

Bulan Promo GRATIS

Menjadi Agen Travel - WA.+6285240788670

Bulan Promo GRATIS

Menjadi Agen Travel - WA.+6285240788670

Bulan Promo GRATIS

Menjadi Agen Travel - WA.+6285240788670

Bulan Promo GRATIS

Menjadi Agen Travel - WA.+6285240788670

Bulan Promo GRATIS

Menjadi Agen Travel - WA.+6285240788670

Tampilkan postingan dengan label Food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Food. Tampilkan semua postingan

Romantisme Donat Kacang dan Keju di Dunkin Donuts Dalem Kaum

Dunkin Donuts adalah restoran mewah pertama yang saya kenal. Sebelum McD menguasai dan gerai donat J.Co berjaya.

Sewaktu saya masih anak sekolahan umur 10 tahunan, saya tinggal di Indramayu. Kalau datang musim liburan, Ibu dan Ayah membawa saya ke Bandung, kampung halaman Ibu. 

Oleh para bibi yang masih anak kuliahan (adiknya Ibu), saya sering diajak jalan-jalan dan dikenalkan dengan banyak rupa wajah kota. Dago, Gramedia di Jalan Merdeka, Mall BIP, nonton di bioskop Kings Kepatihan, belanja pakaian di Cibadak, dan tentu saja makan donat di Dunkin Donuts. Nah saya mau bahas yang terakhir itu, apa istimewanya makan donat doang? oh istimewa sekali untuk saya yang anak desa ini hahahaha. 

Di tempat ini saya mengenal konsep makan donat dengan garpu dan pisau. Bentuk donatnya besar dan topping donatnya bukan donat meses coklat dan bubuk gula putih :D Yang ini mah donat mewah untuk ukuran saya yang masih bocah dan sekolah di kampung hehehehe. 




Waktu saya masih SD hingga SMP, rentang tahun 96-99, bibi-bibi saya mengajak saya belanja pakaian bekas di sepanjang jalan Cibadak. FYI ini tempat dahulu memang tersohor dengan deretan pakaian bekas yang masih layak pakai dan bagus pisan euy (kalau mata kita jeli sih). Si bibi disuruh Ibu nemenin saya beli celana jeans atau tshirt kece gitu lah. Secara saya gak punya selera pakaian yang baik dan kita tahu orang Bandung selera fashionnya keren-keren :D jadi saya butuh pendamping untuk memilihkan saya pakaian. 

Usai berburu pakaian di Cibadak, kami berjalan ke Jalan Dalem Kaum di Alun-alun kota Bandung. Abis belanja kan lapar, mau makan dulu sebelum pulang. Bibi membawa saya ke gerai Dunkin Donuts di Dalem Kaum. Di sanalah saya mengenal donut kacang yang jadi favorit. Juga jadi tahu donat kejunya yang berlapis krim dan bertabur banyak serut keju. Keduanya sampai sekarang adalah donat Dunkin Donuts favorit saya. 

Gak berhenti di donat saja. Bibi juga memesankan saya Croissant Sandwich Tuna. Saya masih ingat sampai sekarang nama makanannya. Sebenarnya ini menu masih ada kok di sana. 

Saya gak bisa gak nahan muka kagum waktu sandwich tersebut sampai di meja makan kami. Bentuknya panjang, tebal, ada irisan daging tuna, salada, bawang bombai, dan sangat terlihat mewah! Detik saya menatap benda tersebut, saya ingin kasihtahu teman-teman saya di sekolah. Wooooi saya makan sandwich croissant isi daging tuna! Bah waktu itu melafalkan namanya saja saya gak bisa sih. Hahahah :D

Terus saya makan kan si sandwich itu. Gila makanan orang kota susah amat ya ditelannya, megang sandwichnya ribet lah, makannnya belepotan lah, isi rotinya terburai lah, motong pake pisau juga kesulitan. Parah hihihi. Gak mau kelihatan kampungan malah membuat pengalaman saya menikmati makanan jadi kurang asoy. Sayanya jaim banget. Anak kecil jaim teh gimana coba :D 

Jadi yang saya ingat cuma kemewahan gerai Dunkin Donuts dan enaknya dua donat favorit saya: kacang dan keju. Sandwichnya ya masih enak juga kok, maksudnya kalau diperhatiin sekarang pun gak banyak kan yang jual sandwich dengan roti croissant. Jadi buat saya sih Sandwich Croissant di Dunkin Dunots ini masih unik! Rasa no 2, unik no 1. Toh rasanya juga gak mengecewakan kok. 

Lagipula rasa donatnya dari dulu gak berubah. Masih sama enaknya. Mengigit donat di Dunkin Donuts rasanya kayak menggigit-gigit sejarah, kayak masa kecil saya berseliweran gitu di antara gigi dan donatnya mereka :) 

Indra cerita kalau gerai Dunkin Donuts ini adalah gerai impor fast food pertama di Bandung. Tapi seorang teman saya bilang sih KFC gerai impor fast food pertama di Bandung. Entah mana yang benar, saya pun googling tapi gak ketemu informasinya. Yang pasti sih kehadiran Dunkin Donuts lebih dulu muncul dalam hidup saya sebelum McD dan KFC. Buat saya sih, Dunkin Donuts di Jalan Dalem Kaum ini termasuk legenda kuliner modern di Bandung.




Jadi kalau saya mau jajan di Dunkin Donuts, saya makannya cuma di gerai mereka yang berlokasi di Jalan Dalem Kaum, pas banget belakang Masjid Raya Agung di Alun-Alun. Sekalian nostalgia sih. Cuma kursi makannya berubah bentuk sih, ah sayang juga sih padahal gak ada yang salah dengan style bangku kursi makan yang dulu euy. 

Pesanan saya kalau makan di Dunkin Donuts:
Donat Kacang
Donat Keju
Sandwich Tuna
Es Jeruk

Semuanya itu dengan pajak maka totalnya 60ribuan. 











Teks : Ulu
Foto : Ulu
Share:

Menghadiri Peluncuran NESCAFE Dolce Gusto di Bandung

Hello there! 

Sehat-sehat semuanya? Hari ini terasa menyenangkan and i hope you feel the same way too. Mendung masih merundung Bandung dan hujan mengguyur kota ini tadi sore. Tentu saja cuaca di sini makin dingin. Dan kamu pasti tahu pertanyaan klise yang muncul dengan cuaca seperti ini. Mendung-mendung enaknya ngapain? 

Ayo dijawab semuanya: NGOPI! (atau tidur, atau menamatkan serial terbarunya Empire dan Billions, atau menyantap seporsi bakso, dan atau-atau lainnya :D)

Here's why i typed hari-ini-terasa-menyenangkan. Saya bertemu dengan teman-teman sesama blogger untuk special occasion. 

Jadi kami berkumpul di Vanilla Kitchen and Wine (27/9/2016) dan mencoba kecanggihan NESCAFE Dolce Gusto!  Iya betul, NESCAFE Dolce Gusto mengajak rekan-rekan media dan partner bisnisnya untuk melihat peluncuran DROP, produk terbaru dari seri NESCAFE Dolce Gusto. DROP gak sendirian, karena ada tiga coffe machine maker lainnya: GENIO, MINI ME, dan OBLO. 


This is Genio

FYI, NESCAFE Dolce Gusto merupakan pembuat minuman panas dan dingin menggunakan mesin dan kapsul pintar. Semacam mesin pengganti barista berwujud manusia. Ukurannya mungil dan stylish. Jika sebuah mesin pengolahan minuman (khususnya kopi) yang kamu lihat di kafe ukurannya tidak kecil dan memakan ruang, NESCAFE Dolce Gusto sebaliknya. Bendanya tidak lebih dari 4 kg. Paling imut sekitar 2kg. Bentuknya lucu sekali. Buat saya sih mirip baby alien versi unyu-unyu. 

Dua tahun belakangan ini kopi dan teh sedang seksi-seksinya. Terutama kopi. Kedai kopi menjamur hingga jumlahnya ratusan di Bandung. Tapi saya gak tahu sih ini sekadar tren semata dan nanti meredup hypenya. 

Kalau diperhatikan, kopi untuk banyak orang itu bagaikan agama. Harusnya sih tren kopi ini gak meredup ya. Sebab bagi pecinta kopi, ada jiwanya di secangkir kopi. Gak mungkin kan orang pengen jiwanya hilang :D 

Saya juga terbawa arus kopi ini sih. Jadi sering nongkrong di warung kopi, kedai kopi, kafe kopi. Bertemu dengan barista-barista muda yang lihai menceritakan kopi racikannya. Meracik kopi kalau diperhatikan bukan hal yang mudah. Mengukur suhu air, menakar sendok kopi, menunggu tetes demi tetes. Lihat barista menyeduh kopi terasa sangat sophicticated sekali. Rumit, cerdas, dan berbudaya. 

Dan hari ini NESCAFE Dolce Gusto mengajak saya mencicipi rasanya jadi barista. Meski versi sederhana tapi menyenangkan juga. Hihihi. 

Menyeduh kopi dengan NESCAFE Dolce Gusto mudah sekali caranya. Lihat petunjuk penggunaan. Kopinya sudah disediakan. Jika menyeduh kopi ala barista di kafe-kafe kopi terlihat sangat rumit, maka NESCAFE Dolce Gusto membuat proses tersebut jauh lebih ringkas. 

Jika menyeduh kopi dengan mesin-mesin kopi besar bagaikan menempuh Jakarta - Bandung dengan naik kereta kuda kencana: perlahan, elegan, dan gemulai…maka…menyeduh kopi dengan NESCAFE Dolce Gusto bagaikan mencapai jarak Jakarta - Bandung dengan kereta Shinkansen: cepat, classy, dan canggih. 

So yeah ini masalah pilihan aja sih. Memajang dan menggunakan NESCAFE Dolce Gusto oke juga. Pertama, bentuknya mirip benda seni. Orang gak akan nyangka itu mesin kopi. Kedua, kamu bisa menyuguhkan tamu-tamu di rumah/kantor dengan minuman yang terlihat rumit ala kafe. Ketiga, NESCAFE Dolce Gusto gak cuma nyeduh kopi tapi juga teh dan minuman coklat. Aha! 

Dengan NESCAFE Dolce Gusto kamu bisa bikin black coffee. Jika itu terdengar biasa maka cobalah membuat racikan Mocha Coffe, Cappucino Latte, Mocha Tea, Peach Tea, Chocolate Espresso, dan lain-lain. Tambahkan bahan-bahan lainnya seperti karamel, buah-buahan dan es batu dan berkreasi sendiri ciptakan Affogato, Iced Caramel Jelly Latte, Strawberry Mocha. Cool, huh! 

The thing is, sumber kopinya harus dari NESCAFE Dolce Gusto itu sendiri. Untuk pembelian produk NESCAFE Dolce Gusto, kamu juga beli kapsul kopi, teh, dan coklat. Ada 11 varian, tiap varian (box) terdiri dari 16 kapsul. Kalau dihitung-hitung, per kapsul harganya RP7.000. So yeah terbilang murah juga dibanding jika harus ngafe minum kopi tiap hari mah.


Kapsul NESCAFE Dolce Gusto
Cara pemakaiannya juga gampang. Baca petunjuknya, masukin kapsulnya, dan masukan air matang ke wadah yang sudah ada di NESCAFE Dolce Gusto. Siapkan gelas di tempat yang sudah disediakan. Pencet-pencet/sentuh-sentuh tombolnya, tunggu, done!

Intinya sih cuma pop, lock, switch, brew. Air panas dan air dingin bisa diatur. Kalau saya tulis memang sudah bayanginnya sih, cari saja videonya di Youtube deh. Saya saja setelah praktek baru terbayang betapa gampangnya seduh-menyeduh kopi ala kafe ini. Hohohoho.

Gak perlu takut listriknya hambur. Karena Eco Mode System, Dolce Gusto yang satu ini hemat listrik Jika mesin tidak digunakan dalam 5 menit, otomatis mesinnya mati. Entah bagaimana cara penghematannya, karena untuk memanaskan air saya hanya butuh waktu 30 detik. Cepat sekali!


Di mana beli NESCAFE Dolce Gusto di Bandung


Anyway, NESCAFE Dolce Gusto dapat dibeli di Lazada dan Blibli. Untuk di Bandung, kamu bisa mendapatkannya di Sogo PVJ, Trans Studio Mall (Metro), Log In Store, Setiabudhi Supermarket, Best Denki, dan Yogya Riau Junction. 

Dan ini dia foto-foto dari peluncuran NESCAFE Dolce Gusto di Bandung hari ini. Sejujurnya agak susah motret hari acara ini. 

Pertama lighting acaranya gak jelas hohoho. Lightingnya macam panggung konser: biru, merah, kuning. Backdrop untuk tiap NESCAFE Dolce Gusto di tiap meja warna-warni, gak enak banget jadi latar foto NESCAFE Dolce Gusto. Padahal kalau putih dan bersih pasti produknya jadi lebih menonjol dan instagramable untuk difoto. 

Ketiga, tidak banyak ruang untuk berfoto/selfie karena sebagian ruangan cahayanya kurang banget, sebagian lagi terang. Gak banyak momen dan spot untuk berfoto saking sempit dan hiruk pikuknya berbagai peralatan. Sayang banget nih, entahlah, skill moto saya juga banyak harus ditingkatkan sih heuheuheu. 

Terakhir, acara bincang-bincang bersama tiga narasumbernya juga gak jelas. Kayaknya harus ada konten lain selain promo NESCAFE Dolce Gusto saja. Bukan hardselling aja membicarakan NESCAFE Dolce Gusto. 

Overall, thank you NESCAFE Dolce Gusto! Hari ini saya nyobain bikin beberapa varian kopi sekaligus meminumnya tanpa ampun. Malam ini mata saya terjaga sepenuhnya mengerjakan semua deadline hahaha. 

















Teks dan foto: Nurul ulu
Share:

Makan Siang di Kacarita di Soreang

Jarang-jarang saya bahas tempat di daerah Bandung Selatan. Bukan gak mau sih, kebanyakan waktu saya habiskan di daerah Bandung Utara euy. Heuheuheu. 

Nah sekarang saya mau bahas tempat makan di selatan Bandung. Yipiiiw! Kebetulan sih hari itu sedang berkeliaran di Soreang. Pas lapar, pas cari makan, eh lihat ada tempat yang lumayan oke euy. Cobain ah masuk ke dalamnya. 

Kacarita nama rumah makannya. Tempatnya sederhana tapi homey deh. Kayak datang ke rumah nenek di kampung. Bah alasan ini klise amat ya, khas anak kota :D 




Anyway, latar belakang rumah makannya adalah sebuah bukit. Di sampingnya ada sawah. Letak rumah makannya di pinggir jalan, tapi kawasannya masih sepi rumah. Masih banyak sawah. Seru banget lah cuacanya. Pas siang mah adem. Eh begitu masuk malam hari dinginnya ampun deh. Angin gunung mulai turun. 

Menu andalan Kacarita adalah Pindang Ikan Mas. Maka saya memesannya. Ternyata bener rasanya enak. Menu lain ada tempe tahu, karedok, sayur asam, dan aneka makanan khas sunda lainnya. Ayam goreng dan bakar juga ada. Tapi...

Satu-satunya menu yang enak cuma pindang ikan mas. Lainnya enggak. Makanannya mengenyangkan namun tidak memuaskan. Pindang ikan masnya juara, saya sampai beli lagi, bungkus, dan bawa pulang. 

Saya baru lihat sih ada tempat nyeni di Soreang. Cantik seperti di kota-kota dan sentuhan dekorasinya ala di kampung. Ada saung untuk makan lesehan. Ada juga bangku-bangku tua untuk yang mau makannya duduk ala bule. Eh iya da kita mah aslinya teh makan sambil lesehan, kompeni aja pada masuk ke Hindia Belanda, orang-orang Tionghoa juga. Budaya mereka makan sambil duduk di bangku/kursi. Kita budayanya makan sambil lesehan. 

Di bagian belakang rumah makannya ada taman dong. Lucu banget. Emang banyak pohonnya nih Kacarita. Cuma itu, tanaman di bagian pintu masuk yang di kolam, tanaman Lotus, saya lihat bolong-bolong bakal bunganya bikin merinding. Ah ngetik ini aja saya merinding aheuheuheuheu linu lihatnya adududuhhhhh :D 

Pas saya ke sana, rumah makannya sepi pengunjung. Padahal akhir minggu. Ada sih satu keluarga sedang menyantap makanan di saung. Habis itu gak banyak yang datang. Wah sayang banget, tempatnya bagus ih padahal. Cocok buat yang mau ngisi galeri instagram. 

Abis sholat magrib, baru saya pulang. Tahu gak di dekat mushola ada apa? KUNANG-KUNANG! Oh so sweet :D Nabil seneng banget lihat kunang-kunang. Saya juga sih. Katanya kalau ada kunang-kunang pertanda udara di situ masih bagus. Emang kerasa sih masih segar dan sejuk. Soreang kan setahu saya daerah berhawa panas. Eh di Kacarita mah enggak panas tuh. 

Kacarita berada di sisi jalan yang bukan jalan utama sih. Yang mau ke Ciwidey gak lewat jalan raya Sadu Soreang ini. Kalau gak salah sih tol baru nanti, Seroja, bakal dibuka di dekat jalan Sadu. Begitu tol sudah dibuka, jalan raya sadu soreang bakal jadi jalan utama. Wah Kacarita mendingan siap-siap menghadapi keramaian itu. Emang sih proyeknya molor tapi ya kan pastinya bakal jadi. So ya it's about time aja untuk restoran cantik ini ramai pengunjung. Amin. Cuma anu, menu-menu lainnya kalau bisa mah rasanya perbaiki dulu. Pindang ikannya oke, yang lainnya enggak :D 














Teks & Foto : Ulu
Difoto dengan Lenovo A6000, diedit dengan aplikasi VSCO. Kok penampilan foto di smartphone dengan di laptop beda yak heuheuheuheu. Di hape mah keren, di layar laptop nampak kumuh :D apanya yang salah heuheuheuheu....
Share:

Ayam Semar Pandawa, Edan Enak Pisan!

Ceritanya kami bertiga nginep semalam di Summerbird. Seperti biasa lah malam hari berburu hunting kuliner di sekitar hotel. Sering sih merasakan momen di mana kamu gak yakin dengan tempat makanan yang kamu lihat? Pas lihat restorannya, feeling kamu bilang itu bukan tempat yang kamu cari. Waktu lewat warung sate, kamu cium asap bakar satenya tapi lubuk hati kamu berbisik kamu harus berjalan lagi. Nah itu teh saya banget hohohoho. 

Gak rese cari makan sih, cuma kebetulan aja lagi nyantai so ya agak selektif gak ada salahnya. Nah sama kasusnya dengan pertemuan Ayam Semar Pandawa. 

Dari Summerbird, kami berjalan melewati lapak ayam bakar (khusus ayam kampung pula), warung pernasigorengan, perpecel-lelean, kwetiaw dan sejenisnya, sate ayam dan sapi. Baru deh pas lihat Ayam Semar Pandawa, saya dan Indra saling melirik dan berkata tanpa bicara: INI TEMPATNYA! 

Hahahaha :D 

Well terbukti ayam bakarnya enak parah parah parah! Ukuran ayamnya kecil sih, dibakar pake bumbu manis. Dan pastinya di ayam sudah direndam di bumbu dulu deh. Mungkin bumbu koneng (kunyit). Lalu entah apa itu bumbu kok manisnya sangat paripurna ya. Gak ada cela sama sekali. 




Makanan ini nih tipikal yang harus kamu makan dengan jari tangan, bukan sendok. Terus begitu makanan sudah habis, kamu jilat-jilatin jari jemari kamu saking enaknya itu ayam. 

Kekurangan ayam ini adalah porsinya yang terlalu sedikit dan harganya yang lebih dari kedai sejenis. Yah ada harga ada rupa kali ya. Saya sih jelas akan kembali ke Ayam Semar Pandawa. Gila aja enak gitu masa dicuekin :D 

Btw, teh manisnya juga nikmat. Tipikal es teh manis dari tanah jawa (non-priangan). Kayak es teh manis di Cirebon, Yogyakarta gitu deh. Enak, pake gula batu apa ya? Ah entahlah. Recommended sih teh manisnya. Sebenarnya ada free drink teh anget tawar. Tapi ya pesan juga lah es teh manis/teh manis anget. Pasti suka. Pasti bertanya-tanya, apa istimewanya teh manis? hohoho ada atuh. Cobain aja tinggal di daerah pesisir kayak saya, terus pindah ke Bandung. Niscaya benda seremeh teh manis itu ada bedanya :D 

Ayam Bakar 18K
Nasi Putih 3K
Nasi Merah 5K
Es teh manis 5K


Cara Menuju Ayam Semar Pandawa

1. Arahkan kendaraan ke Pasir Kaliki bagian bawah alias yang jalannya satu arah menuju ke atas (Sukajadi).

2. Ada belokan kedua setelah pertigaan Stasiun - Pasir Kaliki. Sebelah kiri jalan, sebelahnya Alfamart. Nah masuk ke situ yak. Ayam Semar Pandawa ada di ujung jalan Pandawanya. 

Udah gitu aja, gampang ya hohoho :D 


Share:

'Ngopi' Menurut Defisini Orang Bandung

Orang Bandung yang saya banyak kenal adalah mereka yang gak makan nasi sebagai menu sarapannya. Mereka mah pagi-pagi ngemil gorengan, kue-kue kecil, surabi, dan makanan jajanan pasar lainnya. Tidak ketinggalan segelas teh hangat dan kopinya. 

Istilah ngemil itu mereka namakan Ngopi. Yes, berasal dari kata 'kopi'. Kalau orang Bandung ngomong 'ngopi', saya kira mereka mau minum kopi. Well emang minum kopi sih, tapi ada juga yang gak minum kopi.


ngopi = nama kegiatannya
opieun = makanan yang dimakan

Dahulu ketika zaman kolonial, kawasan Priangan termasuk Bandung adalah salah satu penghasil kopi. Belanda menjadikan tanah di Priangan sebagai lahan untuk mendulang banyak uang. Hasil tehnya bagus, hasil kopinya juga unggul. Pegawainya ya para pribumi. Gak cuma ngurusin tanaman kopi dan teh di perkebunan, mereka juga diperintah menanam satu tanaman kopi di halaman depan atua belakang rumahnya. 

Saya lupa baca di buku apa atau dengar dari siapa. Dahulu biji kopi yang dikeringkan itu suka dicemil orang para pegawai perkebunan. Begitu jam berangkat ke kebon, pegawai-pegawai ini berangkatnya barengan. Sambil nunggu kedatangan rekan yang lain, sambil jongkok mereka ngobrol dan gigit-gigit biji kopi. 

Mereka juga melakukan hal tersebut saat sedang di rumahnya. Mengigit dan mengunyah biji kopi ini mereka lakukan sambil juga makan makanan yang lain. Lama-kelamaan kebiasaan ini secara tak sengaja mereka sebut Ngopi. Dahulu Ngopi biasanya dilakukan pada pagi hari (subuh-subuh) atau sore dan malam hari. Sesuai jam istirahatnya para pegawai perkebunan. 

Sekarang kegiatan Ngopi mah random bisa jam berapapun. Selama makannya gak dilakukan bersamaan dengan makan nasi, maka disebutnya Ngopi. 

Dan orang Sunda kalau belum makan nasi namanya belum makan. Padahal menu ngopinya sudah beragam macam ;D

So ya next time kamu ke Bandung dan kami bilang 'ngopi dulu yuk' itu artinya 'hayuk ah nongkrong dulu, ngobrol-ngobrol sambil makan apaaa gitu' :D







Teks : Ulu
Foto : Ulu, taken by Lenovo A6000 somewhere in Jalan Otista at 6.30 am

Share:

Kuotie di Kedai Kopi Bara di Cibadak, Enak Banget!

Cibadak ini buat saya udah kayak rumah kedua :D

Tempat belanja barang-barang dari usaha yang saya dan Indra rintis, ya di Cibadak. Makan bubur langganan, di Cibadak juga. Mau foto bangunan tua, deket Cibadak. Jadi ya waktu ketemu dengan kedai kopi yang oke di Cibadak, saya cuma merasa ini masalah waktu saja. Kami memang sudah berjodoh. Hahaha naon sih :D




Tampak luar, bangunan yang ditempati kedai kopi ini terlihat tua. Kuno. Klasik. Kopi bukan favorit saya, rumah kunonya lah yang memanggil saya. Berkali-kali hanya lewat saja, akhirnya hari itu datang juga. Saya masuk ke Kedai Kopi Bara.

Hari Jumat dan masih pukul 10 pagi. Saya satu-satunya pengunjung yang berada di Kedai Kopi Bara. Tempatnya tidak sekuno yang saya bayangkan sih, tapi masih okelah. Lagipula interior kedai kopinya juga menarik. Tipikal kedai kopi masa kini.

Seperti biasa saya keluarkan kamera. Kamera ponsel, maksudnya :D Gak bawa kamera DSLR yang biasa.

Supaya gak kelihatan cuma pengen lihat bagian dalamnya bangunan tersebut, saya pesan makanan dan minuman. Kuotie Goreng dan Moccha Frapucino dan Es Teh Manis. Totalnya 73K.

Saya dan Nabil memilih duduk di kursi bar, langsung berhadapan dengan baristanya Kedai Kopi Bara. Saya tertolong mainan yang tersedia di sini, Nabil anak saya kan sama dengan anak kecil lainnya. Gampang bosan. Supaya dia anteng, saya sodorin mainan Ular Tangga lah, Ludo, dan beberapa mainan macam bongkar pasang itu lah. Saya lupa namanya. Lumayan Nabil sibuk main selama...dua jam lebih :D

Karena saya gak suka kopi hitam biasa, saya pilih kopi versi kafe. Kopi rasa moka dikasih karamel dan susu dan es batu. Rasanya ya standar sih, sudah pasti enak. Manisnya gak bikin giung (giung = puyeng saking manisnya). Es teh manis juga standar.

Kuotie-nya nih yang enak, recommended kalau kamu ke Kedai Kopi Bara. Tenang buat kamu yang muslim, Kuotienya halal kok. Bentuknya kayak siomay goreng gitu, isinya bihun dan udang. Makannya dicocol ke saus warna hitam yang rasanya asin dan gurih. Enak banget! Cuma kurang nasi hehehe :D

Di Kedai Kopi Bara ini saya sekalian janjian dengan Indra. So sambil nunggu dia datang, saya baca-baca buku tentang kopi dan sejarahnya. Contoh bagus membunuh waktu hahaha. Saya gak main medsos, gak buka blog, gak update status. Saya baca buku :D

Well anyway, main-main lah ke Kedai Kopi Bara. Ada wifi, ada AC, dan berfoto-foto lah kalian di sana. Lucu banget tempatnya. Jangan lupa dibeli Kuotienya :)











Kedai Kopi Bara
Jalan Cibadak no 237 Bandung





Foto: Nurul Ulu, diambil dengan smartphone Lenovo A6000
Teks : Ulu
Share:

Makan Siang di Legoh

Kalau kamu orang yang tinggal di Bandung, orang Jakarta yang sering ke Dago, fans berat sebuah band bernama Koil, kamu muslim, sangat concern tentang asal usul makanan dan membaca judul ini, ada kemungkinan kamu akan bertanya: EH LEGOH HALAL GAK SIH?

YES SEKARANG LEGOH HALAL 100%!

Sejak bulan puasa 2016, Legoh mencopot menu-menu berdaging babinya. Jadi kalau kamu muslim dan masih ragu-ragu untuk makan di Legoh, please don't. 




Emang sih sebelumnya ada menu non-halal. Sebenarnya Legoh mengklaim memasak dua jenis masakan tersebut di dapurnya (menu halal dan non-halal) secara terpisah. Harusnya gak usah khawatir lah bagi yang muslim. Faktanya masih banyak yang meragukan, dan lebih banyak yang ketakutan tanpa tahu faktanya. Ah yasudahlah, kadang kala saya merasa bangsa ini terlalu nyaman menjadi mayoritas jadi...ah yasudahlah. 

Well anyway, sekarang kamu yang muslim gak perlu ragu lagi makan di Legoh. Halal semua nih.

Waktu saya meet up dengan teman-teman dan makan siang bareng, kami memutuskan makan siang di Legoh. Menunya sih masih sama ya basednya masakan Manado karena latar asalnya pemiliknya sekaligus chef, Leon Legoh, emang dari ibukota Sulawesi Utara itu. 

Tahu gak, saya gak pernah tahu kalau Legoh ini makanannya khas Manado campur-campur rasa Sunda. Karena saya biasanya selalu pesan kwetiaw. Saya pikir Legoh ini citarasanya oriental :D 




Hari itu saya milih keluar dari zona aman dengan menu makanan Legoh. Saya gak pilih kwetiaw lagi. Kali itu saya mendaratkan beberapa menu:

Cumi Mentega
Nasi Daun Jeruk
Brokoli Jamur
Pisang Aroma
Kwetiaw Hitam (tetep kwetiaw hahaha :D)
Es Alpukat Kerok

Banyak yaaaaak! Yes memang sebanyak itu saya makannya hahahaha. Pokoknya kalau kamu kenal saya secara langsung kamu bakal tertular tagline hidup saya dan Indra: bersama kita pasti gendut (dan bahagia). 

Oke kita beda rasa satu-satu!


Nasi Daun Jeruk - 8K

Oke. Nasinya gak pulen. Tapi kering. Kayak nasi yang kita tinggal semalam terus besoknya kita masak jadi nasi goreng. Nah begitu tekstur nasinya. Gak masalah sih karena mungkin nasi daun jeruk ini memang mirip nasi goreng cara masaknya. Cuma buat saya sih agak keras nasinya hehehe :D Walo tetap saja habis itu nasi seporsi. 



Cumi Mentega - 25K

First thing first, buat saya cuminya (yang tentu saja digoreng tepung dulu) terlalu oily. Rasa kuahnya manis dan asin juga asam. Menurut saya sih asinnya ini kuat banget. Agak mengganggu sih asinnya. Atau jangan-jangan itu asam yang berasal dari cuka ya. Meski agak ganggu, tapi rasanya tertolong oleh daging cuminya yang empuk dan gurih. So ya tandas saja satu porsi Cumi Mentega ini. Hahaha. 


Brokoli Jamur - 20K

Highlight dari semua menu yang saya pesan. Agak subjektif sih karena saya adalah penggemar jamur apapun jamurnya. Mau manis, gurih, asin, pedas, dan hambar sekalipun, saya cinta jamur. Yang penting bukan jamur mentah aheuheuheuheu :D Brokoli dan jamur champignon ini berpadu dalam kuah yang gurih dan hangat dari potongan cabai. 


Kwetiaw Hitam - 23K

Wah ini rasanya paling...apa ya, unik deh. Orisinil. Subjektif juga karena saya gak pernah makan kwetiaw hitam sebelumnya. Warna hitam berasal dari tinta cuminya. Bumbunya ramai rempah-rempah dan lagi-lagi sedikit rasa asin (atau itu asam ya hahahah adoooh lidah saya ini kudu dikepret :D). Saya gak bisa cerita banyak tentang rasa Kwetiaw Hitam ini bukan karena gak enak, justru sebaliknya. Makanan yang porsinya edan ini tidak mengecewakan dan kamu harus coba kalau ke Legoh.





Keju Aroma 10K

Aduduh ini mah jajanan orang Bandung yang entah kapan lahirnya. Entah kenapa juga namanya Aroma. Pokoknya bentuk makanan kayak gini nih, yang di dalamnya berkeju batangan kami namakan Keju Aroma. 




Setelah digempur rasa rempah-rempah dan cuka, makan Keju Aroma ini udah kayak makanan penutup. Bentuknya mungil, cantik meski garing, dan terlihat lentik dibanding makanan sebelumnya yang saya santap. Rasanya sudah pasti enak. Keju buat saya mah never failed. Apalagi di Legoh ini keju di Pisang Aromanya pajang dari ujung ke ujung, bukan cuma keju yang nongol di bagian tengah doang dan seuprit. Ini mah panjaaaaang dan padaaaat. 


Es Alpukat Kerok 23K

Waduh ini juara pisan. Sama seperti Pisang Aroma, makan Alpukat Kerok ini berasa kayak dessert sih. Malah lebih cocok emang jadi dessert ya. Daging alpukat dikerok dan dimasukkan ke gelas. Lalu dicampur dengan serutan gula merah (gula kawung). Terakhir masukan potongan es batu. Olala manis dan agak berat sih karena itu alpukat. But nevermind, saya gak pernah keberatan makan nasi lalu kwetiaw lalu alpukat. 




Cuma pastikan kamu menyediakan air minum macam air mineral. Karena alpukat bikin seret tenggorokan. Manis gula kawung juga bikin haus. Jangan pesan es teh manis, karena bakal tetap haus. Menutup ronde makanan pilihan saya dengan air mineral ini udah paling cocok. 

Legoh siang itu agak lengang sih gak kayak biasanya yang sampai waiting list. Pelanggan-pelanggan yang biasanya menyantap makanan berdaging babi di Legoh pada kecewa kali ya makanan favorit mereka hilang dari menu. 

Semoga ada rezeki lebih banyak untuk Legoh karena sudah memutuskan untuk memuaskan mayoritas umat agama di negeri ini.

Buat saya pribadi sih Legoh ini enak-enak makanannya. Dan porsinya itu lho, porsi cowok-cowok kuli hahahaaha :P Legoh ini ngasih pilihan menunya banyak bangetnget. Nasi Lengko, Sapi Cuka, Mie Yamin, Tahu Pletok, dan masih banyak lainnya. Kalau pertama kali ke Legoh mungkin bakal bingung mau pilih menu yang mana, cari aja yang menunya ditandai bintang. udah recommended jadi seru lah makannya. 

RM Legoh berlokasi di Jalan Sultan Agung no. 9 Bandung. Tegak lurus dengan Jalan Dago.

Saya kasih tahu juga ya kalau Legoh melayani delivery dan katering. Tinggal kontak aja:
Tlp : 022-4268108
WA : 0882-1220-5733
BBM : 55d6fa2a

Buat menunya kamu cek aja di websitenya Legoh dan media sosialnya:
Website : www.rmlegoh.com
Twitter : @rmlegoh






Teks : Ulu
Foto : Ulu
Share:

Makan-makan di Keuken #7

Asyik makan-makan lagi di Keuken! Cari festival makanan di Bandung, Keuken sudah pasti saya rekomendasikan. Pokoknya kalau Keuken sudah rilis tanggal acara, buat kamu yang di luar kota silakan book hotel terdekat dengan lokasi Keuken dan kunjungi Keuken. 

Keuken #7 berlokasi di Cikapundung Timur pada hari minggu 21 Agustus 2016. Festival makanan yang cuma sehari ini diselenggarakan setahun sekali. Tiap tahun temanya beda-beda. Tahun ini temanya Revisiting The River. Ci Kapundung kan nama sungai yang membelah kota Bandung. Sungai yang ikonik. Cikapundung juga nama tempat. Ya cocok sih lokasi dengan temanya walau saya agak bosan juga dengan lokasi ini karena kebanyakan acara di Bandung sekarang ini ya diadakan di sini. Heuheuheuheu :D 




Maksud temanya sih kembali membangun koneksi dengan sungai kali ya. Namun entahlah di acaranya menurut saya sih gak ada koneksi yang terbangun sama sekali, gak ada penyadaran tentang sungai sebaiknya diperlakukan seperti sungai Thames di London :D

But anyway, tema Revisiting The River adalah langkah yang udah bagus. 

Seperti biasa ada banyak kios makanan di Keuken. Tapi Keuken gak pernah naro booth makanan banyak-banyak sih. Secukupnya saja dan selalu dikurasi. Kalau diperhatikan di Keuken ini yang tampil dominan makanan modern. Western gitu. Ada juga Batagor dan Pepes Ikan kok, cocok untuk yang doyannya kuliner tradisi. 

Datang ke Keuken mah kudu nyiapin perut yang kosong, waktu yang luang, dan uang yang banyak. Hahaha :D Ya bayangin aja banyak kios makanan dan kayaknya enak-enak semua. 

Terus bagaimana cara milih makanan di Keuken ya. 

Kalau saya mulai dengan browsing semua kios dulu. Lihat satu-satu kiosnya, scanning, perhatikan menu dan harganya. Baru di pada ronde kedua sudah saya putuskan mau makan apa. Biasanya sih saya beli dari menu yang sudah saya kenal duluan. Saya beli burger Ima Mobs karena saya pernah makan dan rasanya emang enak. Semacam gak akan nyesel gitu deh. Habis itu baru deh hunting makanan lain-lainnya. Ya sesekali keluar dari zona nyaman dengan membeli makanan yang gak biasa. Kalau saya nyobain makanan yang dibeli teman saya Kuke, Burger Crabs dan Stereo Dessert.

Baca juga : Keuken #5 di Balaikota Bandung, Seru Banget!


Beberapa produk merek lama masih ada di Keuken. Kayak Aromanis, Ima Mobs, Pampidou, Batagor Hanimun, dan Pesgobar. Tapi ada juga yang produknya saya baru lihat euy. Burger Crabs, Es Krim Paleta, Burito, dan masih banyak lagi nama-namanya saya gak ingat. Sampai Sate Klathak juga ada lho di sini. Hahaha efek AADC memang mantap :D

Makanan yang jadi highlight buat saya adalah Burger dan steak fries Brother Jonn & Sons, es krim Paleta, Co Drink Premium, dan cupcake Pampidou. Enaknya bikin mau terjun ke Ci Kapundung :D Enggak ding, rasanya worth the price banget. 

Buat saya enaknya lagi di Keuken itu seru buat hunting foto. Panitia nyiapin beberapa dekorasi acara yang bagus untuk difoto. Itu sih yang saya ingat dari Keuken, acaranya simpel tapi enak untuk foto-foto. Terutama waktu Keuken #5 di Balaikota itu udah paling juara lah. Enak makan, enak duduk, enak foto-foto.  

Kalau kamu doyan street photography khusus fashion, mesti lah datang ke Keuken. Karena muda-mudi Bandung (juga yang gak muda) berdatangan dan biasanya pada tampil okeh-okeh. Chic dan egdy. Enak dilihat, bagus difoto :D 

Kalau di dunia internet, Keuken ini semacam Instagram khusus acara kuliner di Bandung. 

Sebagai nilai plus sebuah festival, Keuken biasanya menyiapkan tenaga relawan bersih-bersih. Semacam tim pembersih sampah. Mereka keliling cari sampah berserakan dan mengingatkan pengunjung untuk buang sampah ke tempat sampah. Ada juga booth khusus penukaran sampah. Saya gak tahu sih tim ini bekerja sampai malam atau tidak karena saya ke Keuken hanya di pagi sampai siang saja. Kalau sore ke malam Keuken sudah terlalu penuh dan acaranya terlalu gemerlapan ajeb-ajeb gimana gitu :D 
Semoga aja tema acara Keuken ini sampai ke hati para pengunjungnya ya. Kalau buat saya sih tema Keuken yang paling ngena adalah waktu Keuken #5 di Balaikota: The Cityhall Fairground. Banyak tempat duduk, banyak pohon rindang. Jadi adem dan leluasa bergerak.

Tema besarnya Keuken adalah Reclaim The Street. Semacam penyadaran kalau area publik adalah milik warga dan sudah seharusnya kita meramaikan area tersebut. Meski toh pada akhirnya makan-makan gak gratis tapi proses menikmati ruang publiknya itu yang seru. 

Tema Keuken yang sekarang ini -Revisiting The River- saya gak rasain apa efeknya. Biasa aja heuhuehueuheu :D Sejujurnya juga acaranya gak yang kayak saya kira. Gak sebaik Keuken #4 dan #5. Keuken udah dapat tempat di hati banyak orang yang sesuai kalangannya. Kalau ada Keuken, pasti rame banget. 

Cikapundung lokasi Keuken #7 kemarin itu udah kekecilan untuk menampung umatnya Keuken. Lagipula setahu saya Keuken adalah festival yang menghidupkan banyak ruang publik yang sebelumnya orang gak pernah kepikiran. Sayang aja sih harus balik ke Cikapundung (Riverspot) lagi. 
Masih banyak ruang publik di Bandung yang belum kesorot. Waktu Keukeun bikin di kompleks KAI kan itu unik banget. Juga waktu di kompleks Bandara Husein (cuma akses aja yang susah, macet dan gak ada transportasi umum). 

Sebagai sebuah festival, Keuken udah paling juara. Keuken adalah festival yang mengenalkan konsep good design. Cuma sayang di Keuken #7 itu kayaknya salah tempat :D heuheuheuheu. 

















Lebih banyak foto dapat kamu lihat di album foto fanpage Bandung Diary di Facebook. Please also kindly follow my page :)

Foto oleh Nurul Ulu dan Indra Yudha



Share:

Seminar Digital GRATIS 100%

Paket TOUR Pilihan

Berlaku: 05 Feb 2019 s.d. 30 Mei 2019 JELAJAH 3 PULAU SERIBU (ONE DAY) *AV-D Mulai dai IDR 100.000

Berlaku: 21 Nov 2018 – 31 Mei 2019 BROMO ONE DAY TRIP *CT-D Mulai dari IDR 300.000

Berlaku: 04 Mei 2019 – 05 Mei 2019 PULAU TIDUNG 2D1N *AV.D Mulai dari IDR 350.000

Berlaku: 06 Apr 2019 – 30 Mei 2019 PULAU PARI 2D1N *AV.D Mulai dari IDR 360.000

Berlaku: 27 Mar 2019 – 31 Mei 2019 PULAU HARAPAN 2D1N (OPEN TRIP) *AVD Mulai dari IDR 370.000

Berlaku: 02 Jul 2018 – 30 Mei 2019 PULAU AYER ODT *AV.D Mulai dari IDR 399.000

Berlaku: 01 Agu 2018 – 30 Mei 2019 PULAU PARI 2D1N *AV.D Mulai dari IDR 809.000

Berlaku: 02 Jul 2018 – 30 Mei 2019 PULAU PARI 2D1N *AV.D Mulai dari IDR 809.000

Berlaku: 13 Jun 2019 – 20 Jun 2019 8D7N CONSORSIUM CHINA VIETNAM BY SJ APR-JUN *TX Mulai dari IDR 7.980.000

Berlaku: 29 Apr 2019 – 03 Mei 2019 5 HARI 3 MALAM KOREA NAMI ISLAND *TX Mulai dari IDR 8.900.000

Berlaku: 05 Feb 2019 s.d. 30 Mei 2019 5 HARI 3 MALAM HAINAN ISLAND HARI SABTU STARTING JAKARTA JUN *TX Mulai dari IDR 4.650.000

Berlaku: 05 Mei 2019 – 08 Mei 2019 4 HARI 3 MALAM BANGKOK PATTAYA *TX Mulai dari IDR 5.500.000

Berlaku: 14 Mei 2019 – 18 Mei 2019 5D THAILAND MALAYSIA SINGAPORE *TX Mulai dari IDR 5.800.000

Berlaku: 01 Nov 2019 – 04 Nov 2019 MOTOGP GRAND PRIX OF MALAYSIA SEPANG INTL CIRCUIT 4D3N *TX Mulai dari IDR 5.900.000

Berlaku: 13 Jun 2019 – 20 Jun 2019 8D7N CONSORSIUM CHINA VIETNAM BY SJ APR-JUN *TX Mulai dari IDR 7.980.000

Berlaku: 12 Mei 2019 – 16 Mei 2019 5 HARI 3 MALAM KOREA NAMI ISLAND Mulai dari IDR 9.000.000

Jadi Agen Sekarang Gratis!

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support